Breaking News
13:54

Ada Potensi Unggulan Bulungan dalam Misi Dagang dan Investasi Jatim – Kaltara 2026

FB IMG 17888706223262
Bagikan
Lihat Tersimpan

BULUNGAN– Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Errin Wiranda, SE mewakili Pemkab Bulungan mengikuti pembukaan Forum Temu Bisnis Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur (Jatim) dengan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Hotel Tarakan Plaza and Convention Centre di Kota Tarakan pada Selasa (8/9).

Kegiatan dibuka Gubernur Kaltara, Dr H Zainal A Paliwang, SH, M.Hum dan turut dihadiri Gubernur Jatim, Dr (Hc) Hj Khofifah Indar Parawansa, M.Si.

Gubernur Kaltara menerangkan, kegiatan misi dagang dan investasi antara Jatim dengan Kaltara sudah pernah dilaksanakan di 2023. Kerjasama antar daerah melalui misi dagang ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjaga stabilitas dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi lokal.

Forum juga diperkuat dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar pemerintah daerah melalui perangkat daerah terkait, PKS antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta PKS antara asosiasi pelaku usaha.

“Saya menginstruksikan agar seluruh kesepakatan tersebut dapat segera ditindaklanjuti menjadi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta dunia usaha di kedua provinsi,” ucap Gubernur.

Diungkapkan, Kaltara memiliki potensi dan peluang kerjasama pada sektor perikanan, perkebunan, pertambangan, energi dan industri. Kemudian komoditas unggulan seperti kepiting bakau, kepiting soka, udang windu, rumput lau, sawit, kakao, kopi, lada, kelapa, kayu legal hingga rotan murai.

“Komoditas ini tidak hanya diperdagangkan sebagai bahan mentak tapi harus dikembangkan melalui proses hilirisasi, pengolahan terpadu dan perluasan akses pasar,” imbuhnya.

Kaltara juga membutuhkan dukungan dari Jatim, terutama dalam pemenuhan ketersediaan pangan dan kebutuhan pokok, produk industri dan elektronik, pakan ternak, bibit dan benih unggul, pupuk serta berbagai bahan konstruksi dan peralatan.

Gubernur mengajak semua phak mengoptimalkan arus balik tol laut rute Surabaya – Tarakan. Jangan sampai kapal yang membawa kebutuhan pokok dari Pulau Jawa ke Kalimantan, kembali lagi ke Jawa tanpa muatan yang optimal.

“Mari kita isi dengan komoditas unggulan kaltara yang memiliki daya simpan dan nilai ekonomi tinggi. Sekaligus mendorong koordinasi dengan pihak terkait agar biaya logistik dua arah dapat ditekan seminimal mungkin,” pesannya.

Gubernur juga mengajak para investor dan dunia usaha Jatim menangkap peluang investasi di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning – Mangkupadi beserta berbagai sektor pendukungnya.

Dengan memadukan kekuatan industri manufaktur Jatim dan potensi Energi Hijau serta sumber daya di Kaltara, ada peluang emas untuk membangun rantai pasok dan eksostem industri yang saling memperkuat. (*).

Penulis

borneo123

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *